Catatan Kecil: Mabit Tafaqquh Fiddin


Ust. Salim dan Bagas
Sudah hampir 2 minggu ini Jabodetabek selalu diguyur hujan, alhasil banjir 5 tahunan pun terjadi, Jakarta lumpuh total, banjir membuat semua moda transportasi kepayahan. Kantor di Jakarta pun tidak bisa beroprasi karena wilayah di Pinangsia tergenang air sekitar 80cm, dan banyak pegawai yang tidak bisa berangkat ke kantor.
Namun catatan kecil kali ini tidak akan menceritakan tentang banjir di Jakarta, tidak akan menceritakan betapa payahnya mengakses kota Jakarta disaat banjir, karena memang sudah jengah dan lelah melihat kesemrawutan kota Jakarta. Catatan kecil kali ini akan menceritakan sedikit kisah tentang Mabit.
Sabtu, 19 Januari 2013. Cuaca begitu cerah, sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Matahari tak segan muncul, memberikan kehangatan yang terlihat jarang akhir-akhir ini.
Sedari pagi aku sudah bersiap untuk berangkat. Seharusnya Sabtu adalah jadwal untuk kuliah dari pagi sampai sore. Tetapi aku memutuskan untuk menghadiri nikahan teman (Semoga menjadi keluarga yang Samawa ya mbak Andri).

Sebelum berangkat menuju Stasiun Duren Kalibata, aku sempatkan dahulu mampir ke Universitas Pancasila, menitip tugas makalah yang harus dikumpulkan. Alhamdulillah semuanya sudah beres, sudah tidak ada hutang tugas di hari itu (Thx to Dewi, memberikan tugasku ke Bu Dosen, dan memberikan photocopyan ke seorang teman yang aku sangat kepayahan untuk memberikannya langsung).
Setibanya di Stasiun Kalibata, aku sempat menunggu sejam, menunggu kedatangan seorang teman bernama Wahyu, bersama dialah aku menuju tempat nikahan teman. Setelah semuanya datang, akhirnya kami berangkat menuju Gedung Deptan di Jalan Simatupang.

Sekitar 3 jam aku berada di tempat nikahannya mbak Andri. Dan setelah itu kembali menuju ke kampus UP untuk mengikuti pelajaran Manajemen Operasional, beruntung masih bisa mengikuti kuliah, tidak terlambat.
Keluar dari UP sekitar pukul 16.30, dan aku langsung menuju Terminal Lebak Bulus, dilanjutkan menuju daerah Ciputat, tampat Mabit akan berlangsung.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya aku sampai di Pesantren Darut Tauhid Serua, pas maghrib.

Memasuki pesantren, disambut dengan iringan nasyid yang luar biasa bagus suaranya. Tempat yang asri dan tertata rapih melengkapi kesan pertama ketika sampai di pesantren.
Mabit kali ini begitu spesial, karena pemateri yang hadir cukup bagus yaitu Ust. Salim dan Ust. Felix, mereka adalah pendakwah yang cerdas.
Ust. Felix Siauw
Ust. Felix diberikan kesempatan pertama untuk memberikan materi, yaitu How to master your habits. SubhanAllah, begitu bagusnya materi disampaikan, seperti biasa Ust. Felix selalu berhasil membuat kami semua terpukau, dan tak dapat dipungkiri kami pun mengiyakan segala cara agar bisa menciptakan habits yang bagus. Singkat cerita, menurut Ust. Felix suatu habits yang bagus dapat dibentuk dengan cara pengulangan dan selalu ikhlas ketika menjalankannya. Alhamdulillah ilmu yang didapat begitu berguna dan berkesan. Terimakasih Ust. Felix.
Ust. Salim
Selanjutnya giliran Ust. Salim memberikan materi. SubhanAllah, beliau tidak kalah menariknya dengan Ust. Felix ketika memberikan materi, terlebih suasana yang begitu hangat yang diberikan kedua pemateri, seolah mereka berdu’a adalah teman lama, padahal baru tiga kali mereka bertemu, dan sudah begitu kompaknya didalam berdakwah, SubhanAllah.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, 3 jam rasanya tidak cukup untuk mendengarkan materi yang diberikan oleh mereka, dan waktu jualah yang akhirnya mengakhiri rangkaian kegiatan pada malam itu.
Alhamdulillah, Ust. Salim dan Ust. Felix begitu piawai dalam memberikan materi, tak lupa selalu menyusupkan kisah-kisah para sahabat yang begitu menggetarkan jiwa ketika kita mendengar kisahnya, semoga Allah menjodohkan kembali agar aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat seperti mereka, Amin.

Kegiatan mabit dilanjutkan pukul 2 dinihari, semua peserta melakukan Sholat malam berjamaah, dan selesai pukul 4.30, tak lupa mereka semua memanjatkan do’a kepada sang Ilahi, karena waktu terbaik untuk berdo’a ya ketika 1/3 malam. Semoga Allah mengabulkan semua do’a kala itu, amin.
Sholat subuh dipimpin oleh K.H Abdullah Gymnastiar atau orang mengenalnya dengan sebutan Aa Gym.
Aa Gym
Setelah sholat subuh, semua peserta mendengarkan tausiyah pagi yang diberikan oleh Aa Gym.
Semua peserta antusias mendengarkan ceramahnya, dan tema yang diangkatpun cocok buat semua para peserta.
Hampir dua jam Aa Gym memberikan tausiyahnya, sungguh pengalaman yang begitu berharga yang didapat hari ini. Tausiyah dari Aa Gym pun menutup rangkaian kegiatan Mabit Tafaquh Fiddin.
DT Serua
DT Serua 2

Minggu, 20 Januari 2013. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kita semua. Dan tetap bersabar didalam menghadapi segala cobaannya. Tetap Semangat dan Jangan Mengeluh ya. ^_^

Author: Bagas Wajib

Lover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s