Workshop! Non-Fiksi


Awalnya males, bahkan sempat ragu… Apa bener mau ikut yang begituan? Menyempatkan diri untuk menulis saja susah, lha ini ikutan workshop supaya bisa menulis. Kalo dipikir, butuh effort untuk sampai ke Depok (lokasi tempat workshop).
1. Bangun pagi… (ini kan hari minggu, harusnya bisa tidur lagi setelah jam 5… aaaaa ini mata melek nunggu jam 6)
2. Mengorbankan hari libur (please deh, harus ada game yang ditamatin: Fable 3, The Last Remnant, Shogun 2…. banyak kan?)
3. Telat (gara2 kereta, jadinya telat)

Klo aja gak baca tweetnya sang Nara Sumber, pasti berat langkah kaki ini menuju tempat workshop.
Ada yang menarik mendengar kalimat ini:

Kesungguhan dan kerja keras mengalahkan ketiadaan bakat, InsyaAllah.

Aku memang gak ada bakat menulis, mimpi pun hanya berani sampai level Cerpen di publikasikan, belum ke tahap ingin membuat Novel yang menyaingi Harry Potter (mimpi siang bolong).
Tapi… ada rasa penasaran aja, selama ini hanya jadi pembaca setia setiap karya yang menggungah hati, hanya jadi konsumen yang haus banyak produk. Padahal ingin sekali membuat cerita yang ketika orang membacanya… mereka tersedu, gembira, takjub, membangkitkan semangat, merasa termotivasi… dsb.
Singkat cerita, setelah melalui pergolakan batin yang dahsyat (lebay mode: on), mengorbankan waktu libur yang sangat berharga, aku melangkahkan kaki ke tempat workshop.

09.10
Aku yakin ini sudah terlambat, bahkan sangat yakin ketika sudah mendengar seseorang diatas sedang memberikan materi. Memang benar… acara sudah dimulai. Setelah registrasi (di pandu Mbak Aulia), aku disuruh ke atas.
Pintu dibuka…
Mataku menyapu sekilas… ternyata ruangan sudah dipenuhi oleh para peserta. Agak malu sebenarnya langsung masuk aja.
Tapi ada seorang yang langsung menyuruhku duduk, dialah yang jadi Nara sumber workshop kali ini. Mbak Asma Nadia.
OMG, dia kan penulis novel pertama yang bikin aku nangis waktu SMA… Yup, Serenade Biru Dinda, gara-gara Novel ini aku jadi suka teenlit. Pokoknya, niatku dalam hati… habis acara ini wajib minta tanda tangannya, haha.

Workshop berlangsung sekitar 7 jam.
Banyak sekali yang aku dapat hari ini. Ternyata menulis itu simple, asalkan ada kemauan… dan rajin mencatat, pasti bisa.
Tidak hanya diberikan bekal untuk menulis, Mbak Asma Nadia, ditemani Pak Isa Alamsyah (motivasinya menarik), juga memberikan tips-tips bagaimana agar naskah kita diterima oleh penerbit.

Bertambah motivasi dan wawasan.
Semoga aku yang pemalas ini, bisa menghasilkan karya tulis… minimal cerpen… maksimal ya setenar Novel Harry Potter deh, lebih dikit tenarnya gak aapa-apa.

Sukses buat Bunda Asma Nadia dan Suami tercintanya, semoga selalu melahirkan karya-karya yang dahsyat.

—————

Yes, akhirnya dapet tanda tangannya Asma Nadia, hehe.

Author: Bagas Wajib

Lover

2 thoughts on “Workshop! Non-Fiksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s