Bawah Kaki Gunung



Ada yang sudah pernah mendengar tempat wisata Gunung Salak Endah? atau masyarakat Bogor biasa mengenalnya dengan sebutan Gunung Bunder. Sepertinya masih jarang orang mengetahui tempat ini, padahal disini banyak sekali tempat-tempat rekreasi yang indah.
Walaupun sudah kali kelima aku ke tempat ini, aku tak pernah bosan merasa takjub akan pemandangannya yang indah.
Ahad, tanggal 22 Agustus, aku bersama dua temanku, Anas dan Fajar, pergi ke Gunung Bunder. Kedatangan kami selain melakukan refreshing, rencananya kami ingin melakukan diskusi mengenai Usaha baru yang sedang kami pikirkan (do’akan ya semoga lancar, hehe). Adalah Anas, dialah otak dari sebuah perjalanan ini. Dia yang mengusulkan untuk melakukan rapat ditempat yang sejuk dan akhirnya kami sepakat pergi ke Gunung Bunder. Kami berangkat dari rumahku, sekitar pukul 09.30 WIB, menggunakan motor, dan rute yang kami ambil adalah melalui Desa Ciherang Bogor, kemudian langsung menuju Gunung Bunder. Sebenarnya ada banyak jalan untuk sampai ke tempat ini, melalui daerah Ciapus Bogor juga bisa. Selama perjalanan, kami melewati banyak bukit yang begitu indah, dan tentunya masih asri. Pukul 10.30 kami sampai ditempat tujuan.

Begitu sampai di Gunung Bunder, aroma pegunungan sudah bisa kami rasakan, karena memang tempat ini berada di kaki gunung. Pohon pinus yang berjajar rapi pun seolah menyambut kedatangan kami, menambah indahnya suasana pegunungan.

Ada yang menarik untuk kedatanganku kali ini, sepertinya pihak pengelola wisata Gunung Bunder sudah mulai melakukan pembenahan. Tidak sama dengan tahun lalu, dimana banyak sekali jalan-jalan yang rusak, tahun ini mereka mulai merapihkan jalan-jalan yang rusak. Dan juga mereka membangun semacam shelter untuk tempat singgah para pendaki.
Papan penunjuk jalan juga sudah disediakan dengan jelas, pengunjung jadi terbantu apabila ingin pergi ke Curug Ngumpet, atau ke Kawah Ratu.

Sebenarnya ingin sekali kami menuju Kawah Ratu, jaraknya sekitar 7Km dari Gunung Bunder, namun mengingat sedang puasa akhirnya kami mengurungkan niat, dan kami pun mencari tempat yang teduh untuk sekedar bersantai.

Tak jauh dari pintu masuk, kami melihat ada sebuah pondok, sepertinya cocok untuk dijadikan tempat bersantai, dan benar pondok ini sangat bersih, ditambah sungai yang airnya mengalir di samping begitu jernih. Di pondok ini kami melakukan diskusi mengenai perencanaan yang akan dilakukan. Sungguh berbeda dengan suasana kota yang hingar-bingar, ditempat ini sangat sunyi, pikiranpun menjadi santai. Tak jarang dari kami keluar ide-ide yang kreatif.

Sekitar pukul 14.00, setelah melakukan sholat Dhuhur di mushola kecil dekat pondok, kami bertiga pergi menjelajahi semua area Gunung Bunder. Sepanjang jalan, tak bosan kami berhenti hanya untuk berphoto dengan background alam yang memang masih asri.
Akhirnya, sekitar pukul 15.30 kami pun meninggalkan Gunung Bunder. Dalam perjalanan pulang, kami melewati Objek Wisata Curug Cigamea, namun sepertinya waktu tak mendukung kami, walaupun hanya sekedar singgah.

Author: Bagas Wajib

Lover

2 thoughts on “Bawah Kaki Gunung”

  1. Aih, anak bahasa pindah ke IPS kalin ya ni kang bagas, hehhe,, bahasa pemaparannya itu loh.😀

    Hmm kyak pernah kesana tapi kok, eee apa ya, ada yang beda, tapi apa ya? oh ia, perubahan, perubahan yang bikin beda, terakhir kesana kalo g salah waktu masih SMA kalin.😀

    1. Hahaha, cuman cuap2 aja kok… pemaparannya masih belepotan, klo dibaca, banyak kata pengulangan…
      Pasti pernah kesini ente bal, klo gk salah Gunung Bunder pernah jadi basisnya kamping nak Smanell angkatan kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s