Fan Fiction Naruto: The Bonds (Chapter Two: Friendship)


Yup, lanjutan dari chapter 1, ini juga dibuat waktu aku pas SMA, hicks… setelah dibaca masih agak kaku ceritanya, hehe maklum baru pertamakali bikin cerpen… so selamat membaca ^_^


———————

Tapi semuanya sudah terlambat, Amateratsu sudah terbentuk, tinggal diarahkan saja ke Sasuke, dan itu benar saja, Itachi langsung menyerang Sasuke yang tidak berdaya…

Namun tanpa diduga, Naruto mengeluarkan Fuuton Rasen-Shuriken. Itachi pun sempat gentar, Amateratsu pernah payah menghadapi jutsu ini. Itachi bergumam didalam hatinya, jika saja waktu itu Kisame tidak datang, mungkin aku sudah mati terkena jutsu ini.

Keduanya sudah terlanjur saling berhadapan…

Hanya menunggu waktu saja mereka bersentuhan.

“Itachi, tidak akan kubiarkan kamu melukai Sasuke, sudah cukup sampe disini, aku…Uzumaki Naruto yang akan mengakhiri dendam ini”. Ucap Naruto.

“Naruto, kamu memang pengganggu, kamu tidak mengerti apapun, hanya dengan begini aku bisa membuat Sasuke kuat”. Itachi pun tak gentar dengan ucapan Naruto.

…Blast…

Keduanya pun saling berbenturan, menciptakan tekanan yang dahsyat. Semuanya yang dekat dengan mereka terpental jauh. Termasuk Sasuke, Suigetsu yang terluka parah, Kisame yang tinggal mayat saja, Juugo dan Karin yang melihat dari kejauhan pertarungan ini. Mereka semua terpental, terkaget melihat efek yang tercipta dari kedua jutsu yang mengerikan itu.

Karin dengan segera menolong Sasuke, membawanya ketempat yang lebih aman lagi, dia seakan tidak percaya melihat Sasuke begitu payah dan tidak berdaya melewati pertarungan ini. Baru pertama kali Karin melihat Sasuke menghabiskan chakranya, bangun pun sudah cukup sulit untuk Sasuke.

Sementara itu Juugo membawa Suigetsu ketempat yang aman pula. Terlihat oleh Juugo senyum penuh makna dari kawannya itu. Memang kemenangan yang pantas didapatkan oleh Suigetsu, mengingat pertarungannya dengan Kisame begitu berarti.

Setelah Karin memberikan sedikit medical jutsu kepada Sasuke, barulah ia mengobati Suigetsu. Karin merasa iba dengan kawannya itu. Akhir-akhir ini mereka menjadi akrab, entah apa yang membuat mereka menjadi akrab, mungkin kebersamaan mereka di kelompok Hebi menjadi pemicunya, bukan hanya Karin dan Suigetsu, tetapi Juugo dan juga Sasuke merasakannya pula. Sudah ada ikatan tersendiri diantara mereka, ikatan yang memang tercipta karena mereka saling percaya dan mengerti arti dari suatu persahabatan.

“Kamu tidak apa-apa Suigetsu, baru kali ini aku melihatmu menjadi pendiam, biasanya jika sudah bertarung, kamu akan menjadi bawel, mengapa sekarang menjadi pendiam seperti ini”. Ucap Karin yang sedikit menyindir kepada Suigetsu.

“Hehe, aku bukannya jadi pendiam, hanya saja aku merasa tujuanku sudah tercapai, aku sudah membalaskan dendamku, ayo…cepat sedikit Karin, aku sudah kesakitan, semua tulangku patah, Kisame sialan itu memang kuat, aku meremehkannya”. Balas Suigetsu kepada Karin.

“Oh, baik, aku akan cepat memberikan pertolongan kepadamu, Hmm jadi Suigetsu tujuanmu sudah tercapai, lalu apa yang akan kamu lakukan”

“Hmm entahlah Karin, semua terserah orang payah yang ada disebelahmu itu, lagi pula dia yang membentuk kelompok Hebi ini, aku mungkin akan mengucapkan terimakasih kepadanya setelah dia siuman”

“Iya, benar apa katamu, kelompok Hebi ini, huh sudah berapa lama ya kita bersama? Jika saja Sasuke tidak mengalahkan manusia ular itu, mungkin kita masih menjadi budaknya”

“Hahaha, benar apa katamu Karin, pada awalnya aku tidak percaya Sasuke mengalahkan Orochimaru, tapi memang kenyataannya seperti itu. Hei Juugo, mengapa kamu diam saja, aku kangen nih tidak mendengar suaramu”

Juugo yang duduk terdiam, meneteskan air mata, entah apa maksud dari air matanya, namun jelas terlihat itu adalah air mata bahagia.

“Aku senang bisa melihatmu tertawa lagi Suigetsu”. Ucap Juugo dengan air mata yang terus mengalir

“Hei Juugo, ada apa dengan dirimu, aku tidak mati Juugo, seperti yang kamu lihat aku masih bisa mengangkat tanganku, tidak seperti Sasuke yang bodoh itu, bangun saja tidak kuat, bahkan dia pingsan, hahaha” Suigetsu tertawa dengan bangga.

Tanpa sadar ada pukulan yang mendarat di kepalanya. Karin tidak tinggal diam mendengar itu. Rutinitas biasa yang terjadi di kelompok Hebi, pertengkaran kecil antara Karin dan Suigetsu. Hanya dengan beginilah mereka menjadi akrab, ya hanya dengan kebiasaan seperti inilah tercipta suatu ikatan yang erat.

Juugo berkata kepada Suigetsu,”Lain kali, jika kamu melarangku membantumu, aku tidak akan mendengarkanmu, aku akan langsung menghajar musuhmu”.

Suigetsu kaget mendengar ucapan Juugo, dengan nada sedikit berwibawa dia menjelaskan kepada kawannya itu.

“Juugo, maafkan aku yang telah melarangmu ikut campur atas pertarunganku, tapi bagiku, pertarungan tadi adalah penting, bukan aku meremehkan kekuatanmu, dibandingkan dengan Kisame sialan itu kamu jauh lebih kuat Juugo, aku jujur”. Ucap Suigetsu

“Terserahlah apa alasanmu, tapi lain kali, aku tidak akan tinggal diam melihat sahabat kepayahan seperti itu, jika kamu terdesak, aku akan menghabisi musuhmu dengan tanganku” Balas Juugo kepada Suigetsu.

“Oh…baiklah Juugo, lakukanlah sesukamu…Terimakasih…”

Sungguh pemandangan yang mengharukan, persahabatan mereka berempat mungkin sedikit bertambah kuat.

Tapi dilain tempat, bekas pertarungan antara Naruto dan Itachi masih tidak bisa terlihat.
Ledakan yang timbul menciptakan asap dan debu yang menghalangi penglihatan, entah apakah keduanya masih bisa hidup.
Tapi yang jelas, Karin, Suigetsu, dan Juugo merasakan chakra yang meningkat begitu besar, baik itu chakra milik Naruto dan juga Itachi, keduanya mengeluarkan chakra yang begitu menakutkan. Chakra yang membuat gentar lawan apabila merasakannya, mereka bergumam didalam hati tidak akan berurusan dengan orang yang mempunyai chakra menakutkan seperti itu.

Ini berarti keduanya masih hidup, dan masih akan melanjutkan pertarungan.
Hanya bisa menduga, akan seperti apakah akhir dari pertarungan Naruto dengan Itachi…

To be continued…

(Chapter 3 rencananya mau dibuat tamat, tapi sampai sekarang belum dibikin, berarti udah 4 tahun mandek, hicks… gak ada ide…terlalu melenceng dari aslinya. Kapan-kapan pasti buat chapter 3 nya, biar gk menggantung…haha author wannabe banget ya)

Author: Bagas Wajib

Lover

1 thought on “Fan Fiction Naruto: The Bonds (Chapter Two: Friendship)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s